Ngerinya, Ternyata Jenis Siput Ini Berbahaya Lho!

Guys, jika saya bertanya mengenai jenis hewan yang berbahaya, apa yang terlintas di benak kamu saat ini? Tidak tersangkalkan lagi, pasti kamu menjawabnya hewan seperti ular, singa, harimau, hiu dan biawak. Namun, tahukah kamu bahwa tidak hanya jenis hewan seperti itu saja lho yang cukup berbahaya bagi kita sebagai seorang manusia. Tetapi hewan berbentuk kecil ini juga sama halnya, yakni siput..

Jika membahas tentang siput, jenis siput kayak apa yang kamu ketahui cukup berbahaya? Banyak jenis siput di muka bumi ini, namun ada seekor siput yang diketahui berbahaya apabila sudah menyerang diri kita, yaitu siput air tawar. Percaya atau tidak, siput ini memang bisa mematikan sekali bagi kita.

Nah guys, sebelum kita mengulik kebenarannya ini, mari kita membahas terlebih dahulu secara mendalam mengenai siput tersebut…

Siput

Siput atau lebih dikenal dengan bekicot (snail) merupakan seekor hewan yang termasuk sebagai kelas moluska Gastropoda, yang berarti memiliki cangkang jika sudah bertumbuh dewasa atau bisa juga bermakna siput tak bercangkang. Siput dapat beradaptasi dan hidup di berbagai lingkungan yang berbeda-beda, tergantung dari habitat, bentuk, tingkah laku, serta anatomi untuk tiap jenis siput itu sendiri. Umumnya sih biasa ditemukan di area parit, tetapi tidak menutup kemuningkinan dapat juga di gurun sampai bahkan laut sekalipun.

Dua Ekor Siput Sedang Berada Di Air

Perlu kamu ketahui, bahwa kelas Gastropoda kepunyaan siput ternyata menempati urutan kedua terbanyak dari segi jumlah spesiesnya, seusai Insecta atau serangga. Meski kebanyakan siput merupakan hewan berjenis herbivora, tetapi beberapa dari lainnya seperti yang hidup di darat dan laut adalah termasuk omnivora atau karnivora lho… Terdapat beberapa contoh dari jenis siput kelas Gastropoda misalnya saja siput tanah, siput laut, dan siput air tawar.

Yuk kita mengenal lebih jauh dari ketiga jenis siput tersebut..

1. Siput Tanah

Siput tanah, salah satu spesies yang ada di darat

Siput tanah (Helix sp) adalah salah satu jenis siput yang hidupnya di darat, tidak serupa dengan siput laut maupun tawar. Ini merupakan siput yang tergolong ke dalam kelompok moluska gastropoda terestrial yang memiliki cangkang. Kebanyakan dari siput tersebut adalah pulmonat, yang berarti mereka mempunyai paru-paru untuk bernafas dan menghirup udara.

Biasanya, mereka akan dapat hidup di tempat yang lembab ataupun basah, seperti kayak di lumut gitu. Siput tanah memiliki beberapa ciri yaitu kakinya berotot, berlendir ketika berjalan diatas permukaan kasar, dan tidak mudah kering dari segi tubuhnya. Mereka juga mempunyai satu atau dua pasang tentakel di kepala, serta anatomi internalnya radula dan otak yang primitif.

Kalau berbicara terkait reproduksinya, sebagian besar mereka hermaprodit (memiliki sekumpulan organ yang lengkap dari kedua kelamin) dan kebanyakan telurnya menetas di dalam tanah. Ketika menetas dari telur, cangkang mereka akan tampak kecil, dan disaat bertumbuh dewasa secara perlahan juga bakal bertambah spiral.

Spesies tersebut bisa hidup hingga puluhan tahun lamanya, umumnya 3-25 tahun. Jenis siput seperti inilah yang biasanya banyak di budidayakan oleh manusia lantaran dapat di konsumsi sebagai makanan.

2. Siput Laut

siput yang ada di laut

Siput laut (Littorina sp) juga merupakan satu jenis siput dimana umumnya dapat ditemukan di laut. Mereka dapat hidup di takaran air yang cukup asin. Dengan kata lain, hewan ini tergolong ke dalam gastropoda sea. Namun, perlu untuk diketahui bahwa tidak sedikit siput tersebut bisa hidup juga di darat dan air tawar. Biasanya jika manusia yang menemukan jenis siput satu ini, memanfaatkannya sebagai sumber makanan, dan ada juga yang untuk di produksi sebagai bahan pernak-pernik bahkan perhiasan.

Jenis siput tersebut juga ada yang hampir mirip dengan kerang karena cangkangnya menyerupai. Spesies ini juga cukup banyak ragam jenisnya, perihal ciri-ciri, habitatnya, dll. Untuk menentukan mana yang beneran siput laut maka kita perlu menilai dan menelitinya dengan seksama. Mereka dapat bernafas serta bergerak di udara dan perairan karena mempunyai paru-paru atau insang yang bersifat intertidal.

3. Siput Air Tawar (Limnaea sp)

Siput air tawar

Nah, untuk siput satu ini yaitu merupakan jenis siput yang tergolong moluska gastropoda dimana hidupnya di air tawar. Ada banyak keragaman dari jenis siput tersebut. Setidaknya terdapat 33-38 garis keturunan independen dari gastropoda tersebut yang berhasil menjajah lingkungan air tawar. Mereka dapat ditemukan di hampir seluruh dunia dan berbagai area habitat air tawar seperti kolam buatan, danau, sungai dan sulingan mata air.

Tidak diketahui secara jelas terkait garis keturunannya karena belum terklarifikasi dalam Cerithioidea, namun menurut dari tinjauan teksonominya pada tahun 2008 silam, sekiranya ada 4.000 spesies gostropoda air tawar ini. Sebagian besar gastropoda ini mempunyai cangkang, dengan hanya sedikit pengecualian. Mereka hidup dalam respirasi air tawar menggunakan insang dan melahap alga serta detritivors sebagai makanannya.

Siput Air Tawar Yang Cukup Berbahaya dan Mematikan

siput air tawar yang berbahaya dan mematikan

Guys, kamu boleh percaya atau tidak mengapa siput tersebut dianggap sangat berbahaya. Walaupun terlihat mungil dan tampak sepele, namun siput yang biasanya banyak dijumpai di perairan tawar seperti danau dan kolam ini merupakan siput yang dapat membawa parasit atau kuman/bakteri mematikan. Parasit itu bernama cercaria. Ketika parasit ini menyerang tubuh, maka penyakit semacam schistosomiasis atau demam siput akan merasuk. Dalam hal tersebut, siput akan melepaskan parasitnya pada bentuk larva ke dalam air, yang dengan mudahnya masuk ke tubuh manusia.

Gambar illustrasi, parasit siput air tawar menyerang tubuh manusia

Terlihat pada gambat diatas, bagaimana siklus larva cercaria yang masuk ke tubuh hingga ke insang atau paru-paru manusia, dan kemudian kembali lagi ke siput. Setelah itu lalu parasit yang berada di tubuh bakal mengontrol penuh pengembangbiakannya di dalam tubuh kita.

Seperti dilansir dari laman Boredomtherapy, seorang ahli penyakit ekologi, Suzanne Sokolow, menjelaskan tentang penyakit schistosomiasis yang dapat ditularkan parasit itu ketika telah menginfeksi tubuh manusia.

“Telur atau parasit siput tersebut dapat masuk ke jaringan tubuh dan menyebar. Gejala paling umum dirasakan manusia adalah anemia, kelelahan, schistosomiasis dan bahkan sampai ke berbagai macam penyakit berat yang menimbulkan kematian,” ungkap Sokolow.

Nyatanya, penyakit schistosomiasis ini diklaim telah membunuh sekitar 200.000 nyawa manusia per tahunnya dan sangat sering terjadi di sebagian besar wilayah Afrika akibat kurangnya pasokan air bersih disana.

Gejala Parasit Siput

Terdapat beberapa gejala yang sering melanda seorang manusia apabila terkena parasit dari siput air tawar seperti misalnya:

  • Badan menjadi bentol-bentol merah
  • Badan terasa gatal
  • Diare
  • Sakit perut
  • Buang air kecil dan besar yang mengeluarkan darah

Seluruh gejala tersebut patut untuk kamu waspadai apalagi jika kamu baru saja dekat atau bahkan memegang seekor siput. Kalau begitu jadinya, saran saya adalah segera mencuci atau membilas area tubuh yang terkena maupun menyentuh siput. Bila terjadi atau timbul gejala seperti yang diatas, sebaiknya langsung mendapati penanganan ke dokter/spesialis. Jangan menunggu terlalu lama, atau akibatnya akan sangat fatal hingga menyebabkan kematian.

Yah, itulah sedikit penyampaian saya dari penulisan artikel ini. Semoga hal apa yang telah saya pertuliskan disini dapat bermanfaat dan berguna bagi kamu guys. Sekian, terima kasih..

Attachment

Gambar illustrasi, parasit siput air tawar menyerang tubuh manusia siput air tawar yang berbahaya dan mematikan Siput air tawar siput yang ada di laut Dua Ekor Siput Sedang Berada Di Air Ternyata Ada Jenis Siput Yang Berbahaya Lho!!!

admin

Seorang penulis blog yang sedang belajar meningkatkan kualitas konten sebaik mungkin untuk dipersembahkan terhadap pembaca setia Utahlotusmuseum.

Saya orang yang supel, gak suka digauli tetapi suka menggauli :) Salam dua jempol adalah predikat saya. Makan jadi gendut, gak makan jadi kurus (dua hal yang tidak saya inginkan).