History Terjadinya Bandung Lautan Api

History adalah sejarah atau riwayat mengenai kejadian-kejadian yang pernah ada dimasa lampau. Hmm, dalam artikel ini saya akan menceritakan atau memaparkan History Terjadinya Bandung Lautan Api dengan maksud dan tujuan agar dapat menambah plus membantu wawasan maupun pengetahuan kamu dari “History Terjadinya Bandung Lautan Api”. Check This Out.

+ Peristiwa Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api terjadi ketika pasukan sekutu mendarat di Bandung. Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada Oktober 1945. Para pejuang Bandung kala itu sedang gencar-gencarnya merebut senjata dan kekuasaan dari tangan Jepang. Namun, sekutu yang baru tiba ini meminta pihak Indonesia untuk menyerahkan semua senjata hasil pelucutan dari Jepang. Hal ini ditegaskan melalui ultimatum yang dikeluarkan pihak sekutu. Isi ultimatum tersebut adalah agar senjata hasil pelucutan Jepang segera diserahkan pada sekutu dan penduduk Indonesia segara mengosongkan kota Bandung paling lambat tanggal 29 November 1945 dengan alasan untuk keamanan rakyat. Tidak hanya itu saja, orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan juga mulai melakukan sejumlah tindakan yang mengganggu keamanan rakyat. Hal ini pun semakin mendorong adanya bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) menjadi tidak dapat dihindari.

th-23th-29th-26

Diwaktu malam hari tiba tepatnya pada tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan Indonesia melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di wilayah Bandung bagian utara. Hotel Homann dan Hotel Preanger yang digunakan musuh sebagai markas juga tak luput dari serangan. Menanggapi serangan ini, tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat. Ultimatum ini berisi agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk dari pasukan bersenjata. Masyarakat Indonesia yang mendengar ultimatum ini tidak mengindahkannya. Alhasil, pecahlah pertempuran antara sekutu dan pejuang Bandung di tanggal 6 Desember 1945.

Kemudian, di tanggal 23 Maret 1946, sekutu kembali mengulang ultimatumnya. Sekutu memerintahkan agar TRI (Tentara Republik Indonesia) segera meninggalkan kota Bandung. Mendengar ultimatum tersebut, pemerintah Indonesia di Jakarta lalu menginstrusikan agar TRI mengosongkan kota Bandung demi keamanan rakyat. Akan tetapi, perintah ini berlainan dengan yang diberikan dari markas TRI di Yogyakarta. Dari Yogyakarta, keluar instruksi agar tetap bertahan di Bandung. Dalam masa ini, sekutu juga membagi Bandung dalam dua sektor, yakni Bandung Utara dan Bandung Selatan. Lalu, sekutu meminta orang -orang Indonesia untuk meninggalkan Bandung Utara. Situasi di kota Bandung menjadi semakin genting. Suasana kota ini menjadi mencekam dan dipunuhi orang-orang yang panik. Para pejuang juga bingung dalam mengikuti intruksi yang berlainan dari pusat Jakarta dan Yogyakarta. Akhirnya, para pejuang Indonesia memutuskan untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap sekutu di tanggal 24 Maret 1946.

+ Pejuang Bandung Selatan

Para pejuang Indonesia menyerang pos-pos sekutu. Mereka juga membakar seluruh isi kota Bandung Utara. Setelah sukses “membumihanguskan” kota Bandung Utara, barulah mereka pergi mengundurkan diri dari Bandung Utara. Aksi ini dilakukan oleh 200.000 orang selama 7 jam. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya.

th-22th-27th-28

Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu “Halo-Halo Bandung” dengan maksud membakar semangat dan daya juang rakyat Indonesia untuk melawan para sekutu.

+ Istilah Bandung Lautan Api

Istilah atau sebutan “Bandung Lautan Api” terhadap peristiwa ini muncul di harian Suara Merdeka pada tanggal 26 Maret 1946. Saat peristiwa pembakaran itu berlangsung, seorang wartawan muda, Atje Bastaman, menyaksikannya dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut.

th-31th-32

Dari puncak itulah, Atje Bastaman melihat Bandung “memerah-membara” mulai dari Cicadas hingga ke Cimindi. Begitu ia tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan penuh semangat segera menuliskan berita tentang peristiwa ini dan memberinya judul “Bandoeng Djadi Laoetan Api”. Akan tetapi, kurangnya ruang untuk tulisan judul membuatnya harus berpikir ulang. Lalu ia berinisiatif untuk memperpendek judulnya menjadi “Bandoeng Laoetan Api”.

Nah, itulah segelintir History Terjadinya Bandung Lautan Api yang dapat saya tuliskan dan sampaikan. Semoga bermanfaat dan berguna buat kamu.