8 Pertandingan Sepakbola Yang Diatur Bandar Judi

Sepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang sangat digemari masyarakat dunia. Tak ayal membuatnya menjadi primadona diantara semua cabang olahraga lainnya. Bukan hanya itu, sejak dahulu hingga sekarang ini sepakbola telah berkembang pesat menjadi lahan bisnis bagi kebanyakan orang, terutama dalam hal perjudian.

Lihat saja buktinya di media internet, banyak situs bandar judi online yang menggelar pasar taruhan di berbagai cabang olahraga khususnya pertandingan sepakbola. Tetapi yang mengejutkannya lagi, diantara pertandingan tersebut ternyata diketahui tidak semuanya memiliki hasil yang murni alias skor pertandingannya sudah diatur oleh bandar itu sendiri dengan melibatkan sejumlah oknum terkait.

Bahkan pengaturan skor atau yang lebih dikenal dengan sebutan match fixing tersebut sudah terjadi sejak satu abad yang lalu. Mungkin anda tidak akan percaya hal itu. Namun, 8 pertandingan sepakbola berikut ini disinyalir telah mendapat pengaturan skor daripada bandar judi.

1) Manchester United vs Liverpool (1915)

Skandal pengaturan skor sepakbola yang pertama kali terjadi adalah antara kesebelasan Manchester United vs Liverpool dalam kompetisi Liga Utama Inggris, 2 April 1915. Pada laga yang dihelat di stadion Old Traffod, Manchester United berhasil mengalahkan Liverpool dengan skor yang cukup menyakinkan yakni 2-0. Meski demikian, banyak pihak menilai jika skor akhir dari pertandingan tersebut terasa janggal.

Alasannya, kala itu tim Manchester United merupakan penghuni zona degradasi dan Liverpool di papan tengah klasmen Liga Utama Inggris yang sesuai pengamatan seharusnya tim tamu lebih dijagokan untuk memenangi laga tersebut. Apalagi kala itu Liverpool sempat mendapat peluang dari titik penalti, tapi sayangnya pemain yang mengambil tendangan tersebut gagal mengekseskusinya menjadi gol (seperti disengaja). Tidak hanya itu saja, tim tamu juga menampilkan permainan yang kurang begitu efektif dan terkesan ogah-ogahan.

Usai pertandingan, terungkap kabar yang menyatakan kalau laga itu sudah diatur oleh bandar judi dimana sekaligus juga menyeret tujuh nama pemain dari masing-masing kesebelasan seperti Sandy Turnbull, Arthur Whalley, Enoch West (Manchester United) serta Jackie Sheldon, Tom Miller, Bob Pursell dan Thomas Fairfoul (Liverpool). Mereka semuanya terbukti ikut andil dalam pengaturan skor pertandingan tersebut, dan oleh sebab itulah FA selaku induk organisasi sepakbola di Inggris menjatuhkan hukuman larangan bermain seumur hidup kepada ketujuh pemain tersebut.

2) Ipswich Town vs Sheffield Wednesday (1962)

Tepatnya tahun 1962 silam di Inggris, dalam pertandingan lanjutan kompetisi First Division Football League antara Ipswich Town kontra Sheffield Wednesday juga ditengarai adanya match fixing. Laga yang berkesesudahan 2-1 untuk kemenangan tuan rumah tersebut ternyata sudah diatur hasilnya oleh seorang pria Skotlandia bernama Jimmy Gauld yang diketahui pernah membela beberapa klub sepakbola seperti Swindon Town, Plymouth Argyle dan St Johnstone.

Sebelum laga dimulai, dirinya sempat melakukan kongkalikong terhadap sejumlah pemain dari kedua tim. David Layne (Sheffield Wednesday), Peter Swan dan Tony Kay (Ipswich Town) merupakan pemain yang membatu Gauld melancarkan aksinya. Gauld meminta tim Sheffield tidak bermain terlalu serius saat meladeni Ipswich untuk mengalami kekalahan. Alhasil pertandingan itu pun dimenangi tuan rumah (Ipswich) dengan skor 2-1.

Kasus tersebut terbongkar pada 1965, dan lucunya lagi malahan Gauld sendiri yang membeberkannya. Dirinya mengakui telah bekerjasama dengan Layne, Swan dan Kay untuk melakukan pengaturan skor yang diduga tidak hanya terjadi pasca laga Sheffield vs Ipswich saja melainkan juga pertandingan di Inggris lainnya. Terungkapnya kasus tersebut membuat geram FA, yang selanjutnya memberikan sanksi selama 7 tahun larangan bermain terhadap Layne, Swan dan Kay.

3) Bradford Park Avenue vs Bristol Rovers (1963)

Horsfall Stadium menjadi saksi bisu terkait match fixing. Pada April 1963 lalu, disini pernah dilangsungkan sebuah pertandingan Divisi Empat Liga Inggris antara Brandford Park Avenue vs Bristol Rovers yang berakhir dengan skor 2-2. Hasil tersebut memang terlihat wajar kala itu, namun yang bikin sedikit janggal adalah permainan kiper Bristol, Esmond Milion, yang terlihat sengaja membiarkan gawangnya kebobolan.

Betul saja, ternyata sang kiper sudah menerima suap senilai £ 300 oleh bandar judi, Jimmy Gauld, untuk melakukan pengaturan skor di pertandingan itu. Dirinya (Milion) diminta Gauld agar membuat timnya menelan kekalahan. Meski sempat tertinggal 2 gol lebih dulu dari Bradford, akan tetapi Bristol kembali dapat menyamakan skor menjadi 2-2 yang bertahan hingga usai pertandingan. Alhasil perbuatan picik yang dilakukan keduanya pun gagal.

Melihat sang kiper bermain cukup mengecewakan pada pertandingan tersebut, manajer tim Bristol saat itu, Bert Tann, mencurigai Milion dan melaporkannya ke FA untuk diproses. Tak butuh waktu lama, setelah pihak FA mengkaji secara mendalam akhirnya Milion diputuskan bersalah dan harus menjalani hukuman larangan bermain seumur hidup serta denda sebesar £ 50.

4) Beira Mar vs FC Porto (2004)

Pada laga lanjutan Portugal Premier League musim 2003-2004 antara Beira Mar vs Porto juga diketahui termasuk dalam skandal pengaturan skor. Ini terungkap setelah Portuguese Judiciary Police (Kepolisian Khusus Korupsi Portugal) melakukan penyelidikan terhadap wasit yang memimpin pertandingan, Augusto Duarte.

Dari penyelidikan, wasit itu pun mengakui jika ia mendapat arahan dari pemilik tim FC Porto, Jorge Nuno Pinto da Costa, untuk membuat pertandingan diantara keduanya (Beira Mar vs FC Porto) berakhir imbang tanpa gol alias 0-0. Diduga wasit tersebut telah menerima imbalan sebesar US$ 3,895 sebelum laga dimulai.

Dengan kasus ini, Jorge Nuno mendapat hukuman untuk tidak aktif selama 2 tahun dalam kancah sepakbola dan tim FC Porto sendiri terpaksa mengalami pengurangan enam poin kala itu.

5) Yordania vs Nepal (Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia)

Hasil pertandingan Yordania vs Nepal dalam dua leg Kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia memang patut dicurigai. Mengapa demikian? Alasannya adalah agregat skor yang begitu mencolok, dimana Nepal harus menyerah dengan angka yang cukup telak 1-10 atas Yordania.

Usut punya usut, kecurigaan itu ternyata benar adanya setelah pihak AFC (Asosiasi Sepakbola Asia) mengumumkan jika terdapat lima pemain Nepal yang terlibat dalam pengaturan skor di laga tersebut; dua diantaranya yakni Sagar Thapa dan Ritesh Thapa yang tertangkap tangan oleh kepolisian memiliki dana ‘buncit’ pada rekening mereka. Diduga dana itu adalah pemberian dari bandar judi Ibc Sbobet sebagai upah mereka.

Semenjak kejadian itu, tepatnya di tahun 2015 kelima pemain ini terpaksa harus menjalani hukuman penjara beserta tidak diperbolehkan lagi mengikuti semua kompetisi sepakbola, baik di level Nasional maupun Internasional.

6) Afrika Selatan vs Sierra Leone (Kualifikasi Piala Dunia 2010)

Masih ingatkah anda pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Afrika yang mempertemukan kesebelasan Afrika Selatan kontra Sierra Leone? Laga yang berlangsung pada tanggal 21 Juni 2008 lalu, di Lucas Masterpieces Moripe Stadium, ternyata juga disinyalir adanya match fixing.

Tidak tanggung-tanggung, ada 15 orang yang diketahui terlibat pengaturan skor di laga tersebut, termasuk pemain dan ofisial tim. Bahkan yang lebih mengagetkannya lagi ke 15 orang ini berada dalam satu tim yang sama yakni Sierra Leone. Mereka semua diketahui bekerjasama dengan bandar judi agar hasil pertandingan Afrika Selatan vs Sierra Leone berkahir imbang tanpa gol.

Meski terbukti bersalah, hukuman kepada 15 orang tersebut masih ditangguhkan dan hingga kabar ini tersiar belum ada kejelasan sama sekali terkait langkah apa yang sudah ditempuh KomDis (Komisi Disiplin) sepakbola Nasional ataupun Internasional.

7) Malaysia vs Timor Leste (SEA Games 2015)

Pengaturan skor juga terjadi pada ajang SEA Games 2015 yang mempertemukan Malaysia vs Timor Leste. Laga itu sendiri berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Malaysia. Namun yang menjadi sorotan adalah bagaimana penampilan Timor Leste yang terlihat seperti ogah-ogahan, apalagi saat itu salah satu pemain dari tim lawan sempat mendapatkan kartu merah , yang secara otomatis hanya bermain dengan 10 pemain.

Dan benar saja, kasus itu pun terungkap setelah pihak AFC menaruh curiga dan menginvestigasi ke manajer Timor Leste, Orlando Marques, yang ternyata diketahui telah melakukan perbincangan bersama beberapa orang termasuk wasit (Nasirudin), Moises Natalino De Jesus (pemain Timor Leste) serta dua pria bernama Raja dan Rajendran Kurusamy (bandar judi).

Marques mengaku menerima suap sebesar US$ 11,000 atau sekitar Rp 147 juta agar memastikan kekalahan Timor Leste atas Malaysia. Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya itu, Marques terancam larangan beraktivitas di dunia sepakbola seumur hidup, sementara wasit yang memimpin pertandingan kala itu dijatuhi hukuman penjara selama 30 bulan oleh pengadilan di Singapura.

8) Sri Lanka vs Laos (AFC Solidarity Cup 2016)

Diurutan terakhir, pertandingan yang diatur bandar judi adalah laga antara Sri Lanka vs Laos dalam tajuk AFC Solidarity Cup 2016 yang diselenggarakan di Malaysia. Pada laga kali ini, Laos memang berhasil mengungguli Sri Lanka dengan skor akhir 2-1. Namun sayangnya kemenangan tersebut mendapat kecurigaan dari berbagai pihak yang menilai adanya pengaturan skor dalam pertandingan itu. Hal ini didasarkan karena Sri Lanka merupakan tim lemah yang bisa dikatakan kurang sebanding dengan tim Laos, apalagi kala itu Laos terlihat lebih mendominasi permainan. Tapi lihatlah hasilnya, Laos hanya tuai kemenangan tipis atas Sri Lanka.

Seusai laga, pihak AFC pun bergegas melakukan investigasi terkait pertandingan tersebut. Dan benar saja, ada empat pemain Laos yang memang terlibat skandal pengaturan skor kala itu. Chintana Souksavath, Saynakhonevieng Phommapanya, Phattana Syvliay serta Moukda Souksavath adalah keempat pemain Laos yang namanya juga dicurigai telah memanipulasi sejumlah pertandingan Laos lainnya sejak tahun 2010 silam.

Dengan bukti yang ada, AFC memutuskan akan menindak tegas keempat pemain tersebut dengan memberikan sanksi/hukuman yang layak. Tapi demikian sejak kabar ini tersiar, status mereka diketahui masih sekedar ditangguhkan selama 60 hari terhitung mulai November lalu.

Nah itulah 8 Pertandingan Sepakbola Yang Mendapat Pengaturan Skor Dari Bandar Judi. Bagaimana menurut anda, pantaskah sebuah olahraga itu yang katanya mengandung sportivitas tinggi dikaitkan dengan perjudian?

Disamping itu, yang sangat disesali disini adalah jika anda seorang penjudi yang suka bertaruh di sepakbola, dan bahkan sempat menempatkan taruhan diantara 8 pertandingan tersebut kemudian mengalami kekalahan, pasti akan merasa jengkel mengetahui semua itu ternyata sudah diatur hasilnya. Yah begitulah kira-kira…

Untuk itu, jadikanlah artikel yang kami perbuatan ini sebagai patokan informasi yang bakal berguna buat anda semuanya sebelum melakukan taruhan. Sekian dan terima kasih, sampai bertemu kembali dilain artikel berikutnya…

Update: Ciri-Ciri Pengaturan Skor Sepakbola

Setelah sebelumnya (diatas) kita membahas 8 pertandingan sepakbola yang diatur bandar judi, sekarang kami bakal meng-update bagaimana ciri-ciri pengaturan skor sepakbola. Ya, ada banyak cara diperbuat oleh pihak tertentu dalam melakukan pengaturan skor di pertandingan sepakbola demi mengambil keuntungan semata tanpa menjunjung tinggi nilai sportivitas disana.

Bagi anda yang sekarang ini tengah melihat adanya kejanggalan atau keanehan pada suatu pertandingan sepakbola, kemungkinan besar itu adalah terindikasi pengaturan skor di dalamnya. Lalu bagaimana cara mengidentifikasinya? Simak ulasan berikut ini:

Cara Pertama yang digunakan untuk mengenali pengaturan skor yaitu melalui rekam jejak pasar taruhan. Hal ini diungkapkan oleh perusahaan berbasis online bernama sportradar, yang mana bekerjasama terhadap berbagai federasi sepakbola dunia untuk mendeteksi anomali pada bursa taruhan. Dari hasil survei yang dilakukan mereka menemukan fakta kalau setiap akhir pekan sekitar 800 laga yang berlangsung di Eropa yang diindikasi mendapat pengaturan, akan memiliki peluang menang (odds) yang agak aneh. Dan biasanya pula tim yang bertandang ke markas lawan hanya mempunyai kesempatan menang 30%, tapi terkadang ada pertandingan yang peluangnya meroket hingga 85%. Selain itu, odds-nya juga jarang berubah saat laga sedang berjalan.

Sementara jika pertandingan itu dimainkan di Eropa Timur, maka biasanya tim tamu akan memiliki peluang menang yang tinggi. Namun apabila ketika tuan rumah unggul terlebih dahulu, tak ada perubahan berarti pada odds tim tamu menang. Ini dikarenakan para petaruh tidak akan berbalik mendukung tim tuan rumah. Laga-laga seperti itu patut anda waspadai.

Ciri Kedua, hampir rata-rata pada pertandingan menjelang akhir musim paling sering terkontaminasi pengaturan skor, apalagi saat tim yang bermain tidak lagi atau sama-sama tak mempunyai sesuatu yang harus diperjuangkan. Menurut seorang ilmuwan bernama Prof. David Forrest dari Salford University mengatakan “Olahragawan sangat cinta kemenangan, sehingga tingkat korupsi ataupun penyogokan diajang-ajang bergengsi akan jauh lebih rendah.

Menurut Profesor David Forrest dari Salford University, laga-laga yang paling sering diatur skornya adalah laga akhir musim, ketika kedua kesebelasan sama-sama tak memiliki sesuatu yang diperjuangkan. “Olahragawan sangat suka kemenangan, sehingga tingkat korupsi pada ajang-ajang bergengsi akan lebih rendah. Contohnya saja para pemain yang ada di Liga Premier Inggris, mereka tidak ingin mempertaruhkan karir mereka kecuali pemain itu sudah di penghujung karirnya. Namun anda juga mesti memperhatikan kinerja wasit sebab wasit berikut perangkatnya menjadi sosok penting pada suatu pertandingan. Menyuap wasit bisa memberikan anda lebih banyak kendali dalam pertandingan, ketimbang menyuap dua atau tiga pemain.”

Ciri Ketiga, nilai voor dan kei di laga tertentu yang terkesan janggal. Misalnya tim kuat memberikan voor ke tim lemah terlalu besar/kecil, begitu pun sebaliknya. Terikut kei alias uang air yang digelar situs judi online.

Ciri Keempat, melihat kapan waktu terjadinya gol dan bagaimana prosesnya. Umumnya bila itu terjadi pada menit ke-20 kemungkinan laga sudah diatur, namun ini tidak bisa menjadi patokan pasti. Hal ini dilakukan bandar judi guna mendikte psikologi pasar taruhan para penjudi.

Ciri Kelima, gol jelang babak pertama selesai juga dapat mengidentifikasi apakah pertandingan tersebut diatur atau tidak. Karena setelah menit ke-20 biasanya tidak akan ada lagi gol sampai babak pertama usai. Ini agar ritme permainan tetap terjaga sehingga saat babak kedua pasaran terus memanas.

Ciri Keenam, gol yang tercipta setelah menit ke-70 juga memungkinkan adanya pengaturan skor pertandingan sepakbola termasuk proses golnya.

Ciri Ketujuh, pelatih dilarang untuk berdiri di pinggir lapangan sepanjang pertandingan untuk menghindari kontak/komunikasi dengan para punggawa tim yang bermain. Pada umumnya wasit ataupun perangkat wasit bakal menginstruksikan kepada pelatih agar tetap stay di bench-nya.

Attachment

admin

Seorang penulis blog yang sedang belajar meningkatkan kualitas konten sebaik mungkin untuk dipersembahkan terhadap pembaca setia Utahlotusmuseum. Saya orang yang supel, gak suka digauli tetapi suka menggauli :) Salam dua jempol adalah predikat saya. Makan jadi gendut, gak makan jadi kurus (dua hal yang tidak saya inginkan).